Dinamika kelompok adalah analisis dari hubungan-hubungan kelompok sosial yang berdasarkan prinsip, bahwa tingkah laku dalam kelompok itu adalah hasil dari interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi sosial.
EFEKTIFITAS KERJASAMA DALAM KELOMPOK, melalui syarat-syarat :
1. Suasana ( atmosfir) : suasana kerja ditempat kelompok itu berada hendaknya memberi kesan kepada semua anggota, bahwa mereka semua setaraf.
2. Rasa aman ( threat reduction) : Perasaan aman, dan hilang rasa curiga mencurigai antara individu dalam kelompok.
3. Kepemimpinan bergilir ( distributive leadership) : Kepemimpinan yang dilakukan secara bergilir yang dapat membangun kepercayaan pada diri anggota kelompok kerja, bahwa merekapun dapat dan mempunyai kesempatan dan kemampuan yang sama dengan pemimpinan yang ada
4. Perumusan tujuan ( goal formulation) : Perumusan tujuan kelompok harus jelas, sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja anggota kelompok.
5. Fleksibilitas (flexibility) : Perencanaan kegiatan harus cukup mengandung fleksibiltas, sehingga dapat dilaksanakan juga bila keadaan sudah berubah, baik karena keadaan dari luar maupun dari dalam kelompok.
6. Mufakat (consensus) : Prinsip kebersamaan kelompok merupakan bentuk dari musyawarah dan mufakat. Sehingga rasa kebersamaan kerja terbentuk.
7. Evaluasi yang sinambung ( continul evaluation) : Penilaian terhadap kegiatan yang telah dilakukan harus dibuat secara terus menerus, sehingga dapat menimbulkan motifasi baru terhadap program yang akan dijalankan berikutnya.
KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF (DINAMIKA KELOMPOK)
Kepemimpinan yg berdasarkan Group Centered Leardership, menjelaskan bahwa setiap orang bisa jadi pemimpin asal ia mampu mementingkan kebutuhan kelompoknya.(dipercayai oleh kelompok dimana dia berada).
Kepemimpinan adalah merupakan keseluruhan dari keterampilan (skill) dan sikap (attitude) dan bisa dipelajari.
Tugas seorang pemimpin dibagi dalam 3 bidang utama : ( Floyd Ruch)
1. Structuring the situation. (membuat struktur yang jelas organisasinya)
2. Controling group behavior.(mengawasi dan menyalurkan tingkahlaku kelompok)
3. Spokesman of the group. (sbg juru bicara dalam dalam kelompok)
Berdasarkan Cara-cara memimpin, maka kepemimpinan dibagi :
1. Pemimpin yang otoriter. (keputusan dilakukan secara otoriter)
2. Demokratis. (keputusan ditentukan bersama oleh Pemimpin dan anggota kelompok)
3. Laissez faire. ( keputusan hanya ditentukan oleh anggota kelompok, pemimpin bersifat pasif).
Referensi : Bangdim.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar